
LOMBOK TIMUR — Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Hamzanwadi secara resmi membuka pelaksanaan Program Bina Desa GenBI Tahun 2026 pada Minggu, 19 Juli 2026. Acara Opening Ceremony yang bertempat di Kantor Desa Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur ini berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WITA hingga selesai.
Mengangkat tema “Optimalisasi Potensi Lokal melalui Pemasaran Digital dan Ketahanan Pangan Berbasis Komoditas”, kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta. Jajaran yang hadir meliputi Pengurus GenBI Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Pengurus GenBI dari berbagai perguruan tinggi mitra (Universitas Mataram, Universitas Mandalika, Universitas Qamarul Huda, dan UIN Mataram), Anggota GenBI Universitas Hamzanwadi, serta jajaran Pemerintah Desa, Kepala Wilayah, dan pemuda Karang Taruna Desa Pengadangan Barat.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Universitas Hamzanwadi, Dr. Muhammad Ali, M.Si., menekankan pentingnya dokumentasi akademis dan publikasi atas setiap karya nyata yang dilakukan mahasiswa di tengah masyarakat.
”Kami berharap setiap program yang dijalankan dalam Program Bina Desa ini tidak berhenti pada pelaksanaannya saja, tetapi juga dapat didokumentasikan dan diangkat menjadi karya tulis yang dipublikasikan. Dengan demikian, berbagai potensi desa, budaya lokal, serta praktik-praktik baik yang lahir dari masyarakat dapat dikenal lebih luas dan menjadi inspirasi bagi daerah lainnya,” ujar Dr. Muhammad Ali, M.Si.
Sementara itu, perwakilan dari pengurus wilayah menegaskan peran strategis anggota GenBI sebagai komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia dalam mengawal perubahan sosial. Rudi Hartono, Sekretaris Wilayah GenBI Nusa Tenggara Barat, menyampaikan bahwa Program Bina Desa adalah panggung nyata bagi para mahasiswa untuk mengilhami tiga pilar peran GenBI.
”Program Bina Desa menjadi salah satu wadah bagi anggota GenBI untuk mengimplementasikan tiga peran utama sebagai Generasi Baru Indonesia. Melalui program ini, anggota GenBI diharapkan mampu menjadi Front Liners yang menyampaikan edukasi dan informasi kepada masyarakat, Agents of Change yang menghadirkan dampak positif melalui aksi nyata, serta Future Leaders yang terus mengasah jiwa kepemimpinan, kolaborasi, dan kepedulian sosial. Dengan semangat tersebut, kami berharap setiap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Rudi Hartono.
Dukungan penuh juga mengalir dari pihak pemerintah desa setempat. Kepala Desa Pengadangan Barat, H. Mahli Said, S.Pd., menyambut hangat kedatangan rombongan akademisi dan mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia tersebut di wilayahnya.
”Pemerintah Desa Pengadangan Barat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Program Bina Desa GenBI Komisariat Universitas Hamzanwadi. Selama program yang dijalankan memberikan manfaat, membawa kebaikan, dan berdampak positif bagi masyarakat serta kemajuan Desa Pengadangan Barat, kami siap mendukung dan membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pihak yang terlibat,” tegas H. Mahli Said, S.Pd.
Menutup sesi pembukaan, Ketua Umum GenBI Komisariat Universitas Hamzanwadi, Rian Putra, menegaskan komitmen seluruh panitia dan anggota untuk berjalan bergandengan tangan dengan warga desa selama masa pengabdian berlangsung.
”Kami percaya bahwa setiap desa memiliki kekuatan dan potensi yang luar biasa untuk terus berkembang. Oleh karena itu, melalui Program Bina Desa ini kami berharap dapat membangun ruang kolaborasi yang erat antara mahasiswa, pemerintah desa, pemuda, dan seluruh masyarakat. Kami yakin, ketika seluruh elemen bergerak bersama, manfaat yang dihadirkan tidak hanya dirasakan selama program berlangsung, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi pembangunan desa yang berkelanjutan,” Pungkas Rian Putra.
Melalui peresmian ini, seluruh rangkaian kegiatan Program Bina Desa GenBI Universitas Hamzanwadi Tahun 2026 resmi dimulai. Diharapkan program ini menjadi pematik pertumbuhan ekonomi lokal Desa Pengadangan Barat melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan sektor pangan desa





