
SELONG — Tuan Guru Bajang (TGB) menanggapi kasus santri yang menjadi korban pembakaran di Kabupaten Lombok Tengah dengan menegaskan bahwa pondok pesantren tempat kejadian bukan berada di bawah naungan organisasi yang dipimpinnya, Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).
Dalam pernyataannya, TGB menyampaikan klarifikasi untuk menghindari kesalahpahaman publik dan spekulasi yang mengaitkan organisasi NWDI dengan insiden tersebut. “Tempat kasus penganiayaan tersebut tidak berada di bawah naungan organisasi yang saya pimpin yaitu Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah atau NWDI,” katanya.
Menurut TGB, penting bagi masyarakat untuk menunggu proses penyelidikan resmi dari pihak kepolisian sebelum menarik kesimpulan atau menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. Ia juga mengajak semua pihak menjaga ketenangan dan mempercayakan penegakan hukum kepada aparat yang berwenang agar kasus ini diusut secara tuntas.
Pernyataan TGB muncul setelah beredarnya kabar dan reaksi publik terkait insiden yang mengejutkan masyarakat Lombok Tengah. Kasus pembakaran terhadap seorang santri itu kini tengah ditangani oleh kepolisian setempat yang melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi untuk mengumpulkan bukti.
Kepolisian Kabupaten Lombok Tengah sebelumnya mengonfirmasi adanya laporan terkait penganiayaan yang mengakibatkan luka bakar pada korban. Pihak kepolisian menyatakan akan bekerja cepat untuk mengidentifikasi pelaku dan motif kejadian, serta memastikan korban mendapat perawatan medis yang diperlukan.
Sementara itu, masyarakat dan tokoh agama setempat diminta untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memancing ketegangan, serta membantu proses hukum dengan memberikan informasi yang benar kepada aparat. Beberapa elemen masyarakat juga menyerukan agar pelaku diadili sesuai hukum dan korban mendapatkan pemulihan serta keadilan.