
PANCOR – Pondok Pesantren Darunnahdlatain NWDI Pancor terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan data Yayasan Pondok Pesantren NWDI Pancor tahun ajaran 2025/2026, total santri-santriwati yang tercatat mencapai 22.942 orang, tersebar dari jenjang pendidikan PAUD hingga program Magister.
Rekapitulasi jumlah santri menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang diterapkan pondok pesantren ini. Universitas Hamzanwadi menjadi penyumbang santri terbanyak dengan total 11.209 mahasiswa (4.230 laki-laki dan 6.979 perempuan), disusul oleh MDQH NWDI dengan 2.320 santri, serta IAIIH NWDI dengan 2.881 santri.
Pada jenjang madrasah, MTs Mu’allimin mencatat 1.032 santri putra, sementara MTs Mu’allimat memiliki 1.091 santri putri. MA Mu’allimin dan MA Mu’allimat masing-masing memiliki 922 dan 1.139 santri. Sementara itu, lembaga pendidikan dasar seperti TK Hamzanwadi menampung 319 anak, SDU Hamzanwadi 236 siswa, dan MI Hamzanwadi 497 siswa.
Pondok pesantren yang konsisten mengusung visi “Mencetak generasi Qur’an, berakhlak mulia, dan berdaya saing global” ini memiliki beragam lembaga pendidikan formal maupun nonformal, mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, perguruan tinggi, hingga MDQH (Madrasah Diniyah Qudsiyyah Hamzanwadi).
Dengan jumlah santri yang sangat besar dan tingkatan pendidikan yang lengkap, Pondok Pesantren Darunnahdlatain NWDI Pancor tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat NTB, tetapi juga salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di kawasan Indonesia Timur. *( Sumber: Tuan Guru Bjang Official )





