banner 728x250

Tiga Pilar Kebijaksanaan Universitas Hamzanwadi Diangkat sebagai Guru Besar, Menyalakan Cahaya Peradaban

banner 120x600
banner 468x60



Selong 10/02/26:Universitas Hamzanwadi kembali menorehkan sejarah intelektual yang penuh inspirasi dengan pengangkatan tiga akademisi terbaiknya ke jenjang Guru Besar. Mereka adalah Prof. Dr. Muh Fahrurrozi, Prof. Dr. H. Mohzana, dan Prof. Dr. Baiq Fatmawati. Pengukuhan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan puncak dari perjalanan panjang pengabdian, ketekunan, dan keikhlasan yang telah bertahun-tahun mereka ukir di dunia pendidikan.

Dalam pidato pengukuhannya, semangat yang sama mengemuka: bahwa ilmu sejati adalah yang ditempa dengan kesabaran dan diabdikan dengan hati. Nilai-nilai keteladanan yang selama ini mereka tanamkan kepada mahasiswa, kini telah berubah menjadi cahaya yang menerangi jalan generasi penerus. Keberhasilan ketiga profesor ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Hamzanwadi tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membangun karakter dan peradaban.

“Ini adalah amanah mulia yang kami terima dengan penuh syukur. Setiap langkah dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat adalah upaya kecil untuk ikut serta membimbing arah peradaban yang lebih baik,” ungkap salah satu profesor yang baru dikukuhkan.

Rektor Universitas Hamzanwadi dalam sambutannya menyatakan bahwa ketiganya adalah aset tak ternilai. “Mereka telah mengajarkan kepada kita semua bahwa dedikasi yang tulus tak pernah sia-sia. Jejak ilmu yang mereka tinggalkan akan terus hidup dan berkembang dalam diri setiap murid yang mereka bimbing.”

Doa dan harapan seluruh keluarga besar universitas menyertai langkah mereka. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, menjadikan setiap ilmu yang diajarkan sebagai amal jariyah yang tiada putus, serta menguatkan langkah mereka untuk terus menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Pengangkatan ketiga guru besar ini diharapkan mampu menginspirasi seluruh civitas akademika, khususnya para dosen muda, untuk terus bersemangat dalam mengejar keunggulan akademik tanpa melupakan nilai-nilai ketulusan dan pengabdian. Selamat, Profesor! Perjalanan panjang Anda telah membuktikan: ilmu yang diabdikan akan abadi dalam ingatan dan tindakan generasi penerus.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *